Alasan Deschamps Tak Panggil Lacazette ke Timnas Italia

Manajer tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menyebutkan sebab kenapa Alexandre Lacazette tak masuk di dalam teamnya.

Sehabis tidak ikut serta di Piala Dunia 2018, Lacazette kembali mesti menghadapi fakta jika ia tak dibutuhkan di tim nasional Prancis.

Lacazette balik lagi tak dipilih Deschamps buat memperkokoh tim nasional Prancis di turnamen UEFA Nations League serta pertandingan friendly sepekan ke depan.

Mengenai itu, Deschamps mengungkap sebab tak memanggil Lacazette, yang tengah main baik buat Arsenal.

Dikutip BolaSport. com dari Football London, Deschamps mengatakan jika Lacazette mesti bisa senantiasa bermain optimal di Arsenal apabila kepingin balik lagi masuk tim nasional Prancis.

“Ada rivalitas bintang buat tiap-tiap tempat. Tak ketinggalan pula kala pemain-pemain yang bermain bagus di Piala Dunia, bukanlah mengenai siapa bintang ini, namun setingkat lebih pada tempat, ” tutur Deschamps.

“Perlu keseimbangan di dalam tim aku. Ia (Lacazette) para striker serta masih mesti menunjukkan yang paling baik bareng Arsenal, ” ungkapnya.

Walau tidak sukses memuaskan Deschamps, bekas striker Olympique Lyon ini setidak-tidaknya sudah mendapat hati para fans Arsenal.

Sebagaimana yang belum lama berlangsung saat The Gunners berhasil menyabet hasil positif di penghujung weekend silam vs Fulham di dalam lanjutan Liga Inggris.

Tim asuhan Unai Emery berhasil mencukur kesebelasan promosi itu dengan score 1-5 di Craven Cottage, Minggu (7/10). Lacazette menyarangkan 2 skor dalam laga tersebut.

Egy Maulana Vikri Dipantau Wartawan Pencari Talenta dari Belanda

Nama bintang berkualitas dari Indonesia, Egy Maulana Vikri, tercium oleh pencari talenta dari negara Kincir Angin Belanda.

Satu dari sekian banyak wartawan dari Belanda, Voetbalzone, menyoroti kans yang milik Egy Maulana Vikri di dalam program #talentscout.

“Siapa pemain era depan, serta bakat mana yang seharusnya diteliti? incaran team saya selanjutnya merupakan Egy Maulana Vikri, pemain berposisi gelandang dari Indonesia, ” tulis Voetbalzone yang dilansir BolaSport. com.

Wartawan itu membuat judul artikel berserta kutipan yang sudah diklaim bintang tim nasional U-19 Indonesia ini.

“Aku merasa sakit hati saat mereka menyaksikan aku seperti satu produk. ”

Kalimat itu dikatakan Egy karena nama besarnya terus disebut-sebut menjadi produk pemasaran oleh wartawan.

Voetbalzone menyoroti pencapaian Egy saat sukses memperoleh gelar ‘Jouer Revelation Trophee’ di Kompetisi Toulon 2017.

“Maulana betul-betul bakat menjanjikan buat sepakbola Indonesia. ”

Voetbalzone mengatakan bintang berumur 18 tahun ini punya power di dalam hal kecepatan, dribel, dan kelincahan.

Mereka ikut menyoroti keputusan Egy gabung bersama tim asal Polandia, Lechia Gdansk.

Padahal bintang lulusan SKO Ragunan ini memperoleh tawaran dari tim-tim raksasa sebagaimana, Saint-Etienne, Espanyol, Benfica, hingga Ajax.

Tak hanya tim-tim itu, terbongkar fakta jika tim-tim Asia pun berminat merekrut Egy.

Sejumlah nama tim seperti Brisbane Roar (Australia), Selangor FA (Malaysia), dan Chainat Hornbill (Thailand) dilaporkan pernah berminat merekrut pemain asli medan ini.

3 Alasan Chelsea Kemungkinan Akan Kehilangan Gelar Premier League

Penampilan Chelsea selama pramusim 2017-2018 menjadikan banyak orang-orang menilai mereka bakal kehilangan titel juara Premier League. Hasil di China dan Singapura memberikan peringatan berat kepada Manager Chelsea, Antonio Conte.

Ketika bertemu Arsenal, Inter Milan serta Bayern Munchen, armada Antonio Conte tidak maksimal. Faktor komunikasi serta kemapanan transformasi teknik jadi tugas sulit. Adanya Alvaro Morata menjadi, paling banyak menuai magnet.

Bandar Bola

Seperti di awal 2016/2017, anak buah Antonio Conte tak diunggulkan akan berada di takhta Inggris. Sky Sports melaporkan, rumah taruhan meletakkan Manchester City yang menjadi primadona utama. Sementara Manchester United, yang 24 angka di bawah Chelsea di klasemen musim yg lalu, ada di posisi kedua.

Kenapa The Blues dilihat sebelah mata, nyatanya, Conte membuktikan keahliannya dalam mengatur taktik dengan mempraktikkan struktur tiga bek tengah di awal turnamen. Strategi itu lalu jadi acuan untuk pelatih-pelatih lain yang lebih berpengalaman.

Conte ikut memungkinkan Chelsea klub pertama yang mendapat 30 kemenangan dalam satu musim Liga Inggris. Dia pun menunjukkan mampu membawa tim mempertahankan titel, seperti saat menghantarkan Juventus memenangkan Serie A sepanjang tiga musim secara berturut-turut.

Berikut ini 3 alasan Chelsea layak untuk tidak diunggulkan kepada Premier League 2017-2018 dari blog berita bola yang keren ini:

1. Inggris Bukan Italia

Conte bisa membantu Juventus bertakhta sepanjang tiga tahun secara terus menerus. Namun Inggris bukan Italia. Pada era penjualan hak siar televisi (dari 1992), 8 juara belakangan tidak ada yang sanggup mempertahankan titel.

Bila dirunut kembali, bahkan hanya dua pelatih yang sanggup menolong klub asuhannya memimpin lebih dari satu tahun. Mereka yakni Jose Mourinho dan Sir Alex Ferguson.

Conte jelas ingin bersanding sama dengan mereka. Untuk itu, dirinya perlu memastikan bahwa anak asuhnya masih tetap mempunyai motivasi tinggi untuk menjadi juara Inggris. Dan sejarah memperlihatkan bahwa itu bukanlah hal gampang.

Antonio Conte berjuang mengikuti langkah Jose Mourinho dan Sir Alex Ferguson.

2. Pemain Kunci Pergi

Tantangan Conte makin sulit melihat komposisi skuad kali ini. Nemanja Matic telah pergi dan Diego Costa secepatnya menyusul. Walau belum banyak bermain, hilangnya John Terry dari kamar ganti diduga juga akan memengaruhi moril klub.

Chelsea tentu tidak akan tinggal diam di pasar transfer. Mereka memboyong Alvaro Morata, Tiemoue Bakayoko, serta Antonio Rudiger.

Masalahnya adalah, mutu mereka belum terbukti di Sepak bola liga Inggris. Perginya Matic, dan Ruben Loftus-Cheek serta Nathaniel Chalobah, juga menjadikan persediaan gelandang tengah The Blues amat tipis.

3. Konsentrasi Terbagi Eropa

Chelsea, dan juga Liverpool, melenggang lancar ke kelas atas klasemen Liga Inggris 2016/2017 sebab fokus keduanya terarah ke sana. Mereka tidak terlalu terganggu ajang Eropa layaknya para saingan.

Keuntungan ini bakal menghilang di 2017/2018. Conte harus merotasi skuad mengatasi padatnya schedule.

Hal ini akan menciptakan tantangan untuk Chelsea bertambah. Karena, sebagaimana ditunjuk di poin yang lalu, skuad The Blues tidak menghadapi peningkatan menimbang kegiatan mereka di pasar transfer http://indobola.me/tentang-kami.

Alasan Potensial Rashford Bisa Bermain di Real Madrid

Bintang muda di Manchester United Marcus Rashford selaku buah bibir ketika kemunculannya di musim lalu. Striker berumur 19 tahun tersebut tampil gemilang dengan menghasilkan beberapa gol penting saat diminta tuk bermain di skuad utama Red Devil. Berkat performanya yang berkelas tersebut, Rashford banyak digadang-gadang menjadi superstar masa depan di Old Trafford. Walaupun begitu, MU pun musti memagari Rashford mengingat sang pemain juga digandrungi banyak klub. Rashford rumornya lagi diminati raksasa La Liga Real Madrid lalu tentu saja kepindahannya menuju ke Santiago Bernabeu bisa saja bisa berlangsung di masa depan entah itu di masa musim panas ini atau tahun selanjutnya. Kenapa Rashford begitu dibidik Real Madrid? Ada alasan-alasan tertentu. Ini adalah analisis bola dari situs bandar bola di Indonesia:

  1. Rencana B Los Blancos Seperti yang tampak sekian kali sepanjang musim ini, Real Madrid tidak mampu tampil efektif di bagian depan dan tak punya pilihan yang lain bahkan dari kursi cadangan. Jika menyaksikan Rashford merumput sejauh ini, ia tampil amat efektif dari kursi cadangan walaupun usianya masih begitu muda. Rahsford jadi presato yang sangat menakutkan dengan meneror pertahanan lawan dan berkesempatan dengan gampang tampil spektakuler tuk Los Blancos saat mereka memerlukan sesuatu dari dirinya.
  2. Tugas CR7 Berkurang Dalam sekian tahun terakhir, Ronaldo diberikan tanggung jawab besar tuk menghasilkan gol dan membawa Madrid mendapat kesuksesan serta kemenangan. Dengan makin bertambahnya umur, Ronaldo bakal kesulitan guna menjalani seluruh tanggung jawab lalu Rashford bisa cukup berguna guna membantu membuat gol Madrid lalu mengurangi tekanan pada Ronaldo buat memungkinkan perbedaan dalam tiap pertandingan.
  3. Modal Potensial Real Madrid Seperti yang telah terjadi sebelumnya, Real Madrid telah mengembalikan seluruh modal transfer besar cuma berdasarkan marketing dan penjualan jersey. Rashford pribadi sudah jadi sensasi di umur muda. Rahsford begitu populer di kalangan seporter United dan bahkan bila ia pindah menuju Madrid dari Amerika Serikat, seporter United masih setia mendukung ia seperti yang mereka perbuat dengan Ronaldo. Rashford bakal menghasilkan dana yang bonafid melalui marketing dan membantu menambah pemasukan Los Blancos.
  4. Masalah Lini Serang Terselesaikan Sejujurnya, Madrid kekurangan sesosok striker berkualitas di lini depan selama sekian tahun akhir-akhir ini. Karim Benzema emang bagus tapi ketajamannya telah terlihat mulai turun. Alvaro Morata tengah beradaptasi pada gaya Los Blancos dan tidak ada jaminan dia mampu menggeser Benzema. Striker Madrid tadinya dikenal mampu mencetak gol dari situasi apa saja dan Marcus Rashford tentu bisa memberikan momen ajaib sebagaimana yang dirinya lakukan ketika melawan West Ham di Piala FA musim kemarin.
  5. Mahal? Tak Masalah Untuk sekarang, Rashford rasanya tak akan meninggalkan dunia sepakbola di Inggris mengingat Madrid tengah menjalani embargo soal transfer dan Rashford masih termasuk kedalam rencana skuad utama Manchester United. Tapi dengan Mourinho, gaya bermain Rashford bisa makin berkembang hingga bakal menilap tidak sedikit perhatian dan Madrid dikenal tak takut mendatangkan pemain berkualitas walau dengan harga yang begitu mahal.